Malas Setrika? Yuk Pakai Kain Ini Untuk Bahan Kemejamu!

Garment Surabaya - Dengan dunia yang semakin modern dan cepat, kita terus dituntut untuk memanfaatkan waktu kita sebaik mungkin. Semakin baik kita mengatur waktu, semakin banyak waktu tersisa yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat atau bekerja. Setrika adalah salah satu kegiatan yang memakan waktu lumayan lama dalam keseharian kita. Ingin kemeja bagus tapi malas setrika? Coba pakai bahan kain anti kusut untuk kemejamu. Mari simak artikel berikut untuk jelasnya!

Pengertian Kain Anti Kusut

fenomena kusut pada kain

Kusut adalah fenomena munculnya lipatan dan kerutan pada permukaan kain baju, baik kemeja atau kaos. Kusut bisa muncul karena penggunaan sehari-hari dan juga setelah proses pencucian. Biasanya kemeja akan mengalami kekusutan saat digunakan dalam kegiatan aktif yang membuat tubuh penggunanya banyak bergerak. Tampilan kusut sering menunjukkan citra kurang rapi dan tidak profesional pada seseorang. Alhasil, banyak waktu dihabiskan tiap hari untuk menghilangkan kusut pada pakaian dengan menggunakan setrika panas.

Untuk menghemat waktu, kain anti kusut pun dibuat sebagai salah satu bahan kemeja yang populer saat ini. Sesuai dengan namanya, kain anti kusut adalah jenis bahan kemeja yang terbuat dari bahan dan proses tertentu agar permukaannya tahan terhadap lipatan dan kerutan. Dengan menggunakan bahan kemeja yang tidak mudah kusut, kemeja tetap nampak rapi dan profesional sepanjang hari. Selain itu, pengguna juga tidak perlu repot-repot lagi menghabiskan waktu untuk menyetrika baju kemejanya. Kain ini sangatlah populer di luar negeri, bahkan menyebabkan tren kegiatan setrika yang turun drastis di Amerika Serikat.

Sejarah Singkat

kemeja seragam anti kusut

Kain anti kusut tercatat diciptakan dan digunakan setidaknya sejak tahun 1929 di Barat. Pada waktu itu, kain dari bahan katun diberikan senyawa kimiawi tambahan seperti formaldehida dan urea. Hal ini menciptakan bahan kemeja yang tidak mudah kusut, karena serat-serat katun pada kain menjadi lebih kaku. Akan tetapi, penggunaan senyawa kimiawi tersebut menyebabkan kain pada kemeja menjadi cepat menguning, berbau, serta cepat rusak bila diberi pemutih. Pengembangan turunan senyawa formaldehida dan urea di tahun 1950an akhirnya membantu menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Perkembangan lebih lanjut pada kain anti kusut muncul di tahun 1953, saat industri garmen mulai memproduksi kain dari serat benang sintetis. Ini menghasilkan kemeja dari bahan kain seperti Dacron dan polyester yang notabene sedikit lebih kaku dan lebih tahan kusut dibandingkan kain katun biasa. Tahun 1970an dan 1990an juga menjadi periode dimana senyawa baru seperti DMDHEU serta kain dari campuran serat katun dan polyester (polycotton blend) menghasilkan bahan kemeja yang adem sekaligus tidak mudah kusut. Seiring dengan globalisasi, bahan kemeja yang bagus dan tidak mudah kusut pun diekspor ke banyak negara, salah satunya Indonesia.

Karakteristik Kain Anti Kusut

Terdapat beberapa kriteria khusus dari kain yang memiliki kualitas anti kusut, yakni:

bahan kemeja tidak mudah kusut

1. Tenunan Kompleks

Kain yang memiliki alur tenunan yang kompleks cenderung memiliki ketahanan anti kusut yang lebih kuat dibandingkan kain dengan alur tenunan sederhana. Kompleks tidaknya alur tenunan dapat dilihat pada penampakan di permukaan kain. Kain dengan corak yang menonjol adalah contoh alur tenunan kompleks, sementara kain dengan penampakan mulus/tanpa corak adalah contoh alur tenunan sederhana. Kompleksitas alur tenun pada kain juga ditentukan dari kerapatan benang. Semakin rapat, semakin tahan kusut kain tersebut.

kain bahan kemeja alami

2. Sintetis vs Alami

Kain yang terbuat dari bahan dan senyawa sintetis biasanya lebih tahan dari fenomena kusut dibandingkan dengan kain dari bahan alami. Benang yang terbuat dari proses kilang minyak bumi seperti polyester memiliki ketahanan terhadap lipatan dan kerutan dibandingkan dengan kain katun. Akan tetapi, terdapat pula jenis kain dari bahan alami yang juga memiliki sifat anti kusut. Kain alami tersebut biasanya memiliki serat benang yang tebal, seperti wool. Terdapat pula kain dari campuran bahan alami serta sintetis seperti polycotton yang menjadikannya anti kusut tapi masih memiliki kualitas kain dari benang bahan alami.

chemical treatment bahan kemeja anti kusut

3. Proses Tambahan

Kain yang terbuat dari bahan dengan tambahan proses seperti pengayaan kimiawi (chemical treatment) akan menghasilkan kain dengan daya tahan kusut yang kuat dibandingkan kain biasa. Tingkat tambahan proses ini beragam. Ada yang diproses sehingga kain tersebut tahan kusut saat dipakai sehari-hari, tapi tetap perlu setrika setelah dicuci dan diperas. Ada pula yang diproses sedemikian rupa sehingga kain tersebut tetap lurus setelah dicuci dan cukup dijemur gantung tanpa setrika.

Jenis-Jenis Kain Anti Kusut

kain flanel kemeja anti kusut

1. Kain Flanel

Kain Flanel adalah salah satu kain anti kusut yang dikenal sebagai bahan kemeja yang bagus. Kain ini terbuat dari bahan wol, katun, dan campuran benang sintetis yang menghasilkan tekstur sedikit tebal dan berbulu. Karena teksturnya yang sedikit tebal, kemeja dari kain ini tahan dari kusut dan biasanya cukup dijemur gantung setelah dicuci tanpa setrika. Kain flanel juga terkenal sebagai bahan kemeja yang adem, karena ia mampu menyerap keringat dengan baik. Walau biasa dikenal dengan pola kotak-kotak, kain flanel juga tersedia dalam varian polos

kain pique kemeja anti kusut

2. Kain Pique

Kain pique adalah salah satu bahan kemeja yang tidak mudah kusut yang juga banyak dikenal sebagai bahan kaos polo. Namun, akhir-akhir ini kain pique juga mulai digunakan sebagai bahan kemeja yang adem, karena pori-pori kainnya yang besar seperti pola rajut. Pori-pori besar ini membuat kemeja dari kain pique cepat menyerap keringat dan cepat terasa sejuk akibat udara yang mudah mencapai kulit. Corak pola rajut dari pori-pori ini juga yang membuat kemeja dari kain pique sangat tahan dari kusut, membuat perawatannya mudah tanpa perlu disterika.

kain drill kemeja anti kusut

3. Kain Drill

Kain Drill adalah jenis kain katun yang dikenal sebagai bahan kemeja yang tidak mudah kusut karena ia dibuat dengan memasukkan campuran polyester. Dengan konsentrasi katun yang cukup tinggi, kain drill juga dikenal sebagai bahan kemeja yang adem dan cocok digunakan di daerah dengan iklim tropis. Kandungan polyester di dalam kain drill membuat serat kainnya terasa halus namun tetap tegas dan tidak mudah kusut, menjadikannya cocok sebagai komponen untuk kain dari kemeja seragam. - Garmen Surabaya

Demikian penjelasan mengenai bahan kemeja yang tidak mudah kusut. Semoga bermanfaat dan informatif dalam menjawab pertanyaan Anda terkait dengan kain anti kusut. Tertarik memesan kemeja dengan bahan kain anti kusut? Silahkan pesan disini

Rumah Kapas Garment Expertise. Menerima jasa konveksi seragam, gratis desain dan garansi 99% Sesuai Sampel!

 

Simak juga artikel dibawah ini!

Definisi Garment dan 4 Faktor Pentingnya

Kain Chambray: Kain Mirip Denim Tapi Lebih Adem

Wujudkan seragam terbaik untuk perusahaan anda!