Baju dari kain denim selalu menunjukkan kesan awet muda. Tak heran bahwa baju dengan bahan tersebut selalu populer di kalangan remaja dan anak muda dari generasi ke generasi. Akan tetapi, acapkali pemakai baju tersebut merasa gerah saat memakainya dalam waktu lama. Hal ini karena kain denim yang panas kurang cocok dengan lingkungan tropis seperti Indonesia. Banyak orang pun mencari alternatif bahan kemeja yang adem namun dengan penampilan seperti denim.
Kain Chambray pun hadir untuk menjawab permintaan itu. Kok bisa? Yuk simak artikel berikut!
Definisi
Kain Chambray adalah jenis kain yang terbuat dari serat atau benang alami. Umumnya kain chambray terbuat dari serat linen, namun masa kini kain chambray juga bisa terbuat dari serat katun. Kain chambray dibuat dengan menenun dua jenis benang, yakni benang warna putih dan juga benang warna. Dengan warna biru tua untuk benang warnanya, kain chambray akhirnya bisa menghasilkan tampilan yang mirip dengan kain denim. Bagian tenunan dengan benang putih disebut dengan weft. Sebaliknya, bagian tenunan dengan benang warna dalam kain chambray disebut dengan warp.
Terdapat cara khusus untuk membuat kain chambray yang menjadikannya berbeda dibandingkan dengan kain katun lainnya. Kain chambray dikenali karena tenunan weft dan warp yang diselang-seling langsung secara berurutan. Ini menghasilkan pola rajutan khas yang mendekati penampakan kain denim. Sekadar informasi, kain denim sendiri dibuat dengan menenun warp (benang warna) diatas dua weft (benang putih) sebelum ditenun di bawah benang weft ketiga. Hal ini menghasilkan kain yang nampak mencolok diluar, namun memiliki warna putih yang merata di sisi baliknya.
Sejarah

Kain Chambray dalam sejarahnya merujuk ke jenis kain yang diproduksi di daerah Cambrai, Perancis. Dulu, kain chambray hanya terbuat dari bahan serat linen dan juga menggunakan benang berwarna putih saja. Kualitas kain chambray dikenal sangat baik, bahkan dihargai mahal dan orang-orang kaya di Perancis dan Eropa yang sanggup membeli baju dengan kain chambray. Kain chambray juga dikenali sebagai bahan kemeja yang cocok untuk pembuatan baju pendeta gereja, baju balita, rok, baju lengan dengan cuff, dan busana lain di kalangan aristokrat Eropa.
Seiring berjalannya waktu hingga abad ke 19, istilah chambray mulai meluas penggunaannya. Kain chambray kini merujuk ke kain katun ataupun linen dengan tampilan mirip denim. Kain chambray sebagai bahan kemeja juga dipakai oleh makin banyak orang, tidak hanya orang Eropa yang kaya saja. Revolusi industri dan juga mekanisasi proses tenun benang membuat kain chambray bisa diproduksi di mana saja. Produksi kain chambray pun bergeser dari Perancis ke Amerika Serikat.
Kini, pemasok kain chambray terbesar di dunia adalah Republik Rakyat Tiongkok. Seiring dengan globalisasi dan industrialisasi di Tiongkok yang sangat masif, Tiongkok mampu memproduksi kain chambray dalam jumlah besar. Hal ini karena Tiongkok memiliki 100.000 perkebunan kapas sebagai dasar dari katun, dan pabrikan Tiongkok bisa mengolahnya ke ratusan ton kain chambray tiap bulan dengan harga murah. Akan tetapi, negara-negara lain mulai meningkatkan produksi kain chambraynya untuk menawarkan alternatif selain kain chambray Tiongkok. Negara-negara yang masih memproduksi kain chambray dengan volume besar adalah Pakistan, India, dan juga Amerika Serikat.
Chambray vs Denim

Karena warna dan juga kualitasnya sebagai bahan kemeja yang adem, kain chambray sering dilirik sebagai opsi untuk pembuatan kemeja atau garmen busana lain yang biasanya menggunakan kain denim. Meskipun secara visual keduanya terlihat mirip, namun terdapat beberapa perbedaan antara kain chambray dan kain denim. Dari segi bahan, kain denim dan juga kain chambray sama-sama menggunakan katun. Bedanya, katun di kain denim itu lebih tebal dan juga dicampur dengan polyester. Sebaliknya, kain chambray hanya terdiri atas katun saja tanpa ada campuran lain. Kandungan polyester ini yang menyebabkan kemeja dari denim terasa gerah saat dipakai.
Dari segi tenunan dan warna, denim terlihat lebih mencolok dibandingkan dengan kain chambray. Warna kain denim cenderung lebih mencolok untuk satu sisi, dan hanya terlihat warna putih di sisi lainnya. Sebaliknya, kain chambray warnanya sama baik sisi depan maupun belakang, walau warnanya tidak semencolok kain denim. Untuk harga, kain chambray jelas lebih murah dibandingkan dengan kain denim. Kemeja yang dibuat dari kain chambray umumnya lebih tipis, sehingga untuk harga lebih terjangkau dibandingkan dengan kemeja yang sama dari kain denim.

Demikian penjelasan mengenai kain chambray sebagai alternatif kain mirip denim. Semoga bermanfaat dan informatif dalam menjawab pertanyaan Anda terkait dengan kain mirip denim tapi lebih adem. Tertarik memesan kemeja dengan bahan kain chambray? Silahkan menghubungi Rumah Kapas di informasi kontak berikut. Menerima jasa konveksi seragam, gratis desain dan garansi 99% Sesuai Sampel!
Rumah Kapas Garment Expertise
Jl. Medokan Asri Utara XV Blok J No 10, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Kode Pos 60295
WA Admin: 0811-3534-222
Jam Operasional:
Hari Senin – Jumat: Pukul 09.00-16.00 WIB
Hari Sabtu: Pukul 09.00-13.00 WIB