Share :

5 Perbedaan Pabrik Garmen dan Konveksi, Mungkin Kamu Belum Tau

Thoriq Rizqi Azhar, 18 September 2021 - 10.53 WIB
Pabrik Garmen
Pabrik Garmen

Masyarakat indonesia masih sering kebingungan dengan perbedaan pabrik garmen dan konveksi. Konveksi adalah sebuah bisnis yang bergerak di bidang pembuatan pakaian skala kecil dan biasanya sering digunakan mahasiswa untuk pembuatan seragam organisasi. Berbeda dengan konveksi, garmen adalah bisnis yang bergerak di bidang tekstil dan pembuatan pakaian dalam skala besar, yang menerima pesanan sangat banyak, hingga berton-ton. Konveksi bisa dengan mudah ditemukan di banyak tempat di berbagai daerah, bahkan tidak jarang pula dalam 1 kabupaten terdapat puluhan konveksi baju. Di sisi lain, pabrik garmen tidak terlalu banyak jumlahnya di Indonesia, namun mempunyai pabrik yang besar. Salah satu contoh pabrik garmen indonesia yang mendunia adalah PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Sritex sudah membuat berbagai seragam perusahaan di dalam dan luar negeri, salah satu contohnya adalah seragam North Atlantic Treaty Organization (NATO). Meski Konveksi dan pabrik Garmen adalah bisnis yang bergerak di bidang tekstil dan pakaian, namun keduanya punya beberapa perbedaan yang besar lho. Berikut kami rangkum menjadi 5 perbedaan garmen dan konveksi.

Kepemilikan Pabrik Garmen dan Konveksi Baju

Perbedaan yang pertama adalah kepemilikan bisnis tersebut. Pada umumnya, konveksi dipegang oleh satu orang saja. Bukan tanpa alasan, konveksi biasanya hanya menerima pesanan yang jumlahnya sedikit sampai menengah saja. Tentu kepemilikan yang perseorangan ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satu kelebihannya adalah mudahnya dalam birokrasi dan minim terjadinya miskomunikasi karena hanya 1 orang yang mengeluarkan perintah, sedangkan kekurangannya adalah sulit untuk mengatur orang dalam jumlah yang banyak dan sulit memberikan keputusan dalam situasi yang beresiko. Di sisi lain, garmen tidak dipegang oleh satu orang, melainkan oleh manajer-manajer yang terstruktur rapi. Kelebihan dari adanya sistem manajemen ini adalah pembagian tugasnya tidak berat di satu orang saja, sehingga bisa meminimalkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Tentu dengan banyaknya orang yang memimpin akan memperumit birokrasi pula.

Jumlah Karyawan Pada Umumnya

Perbedaan kedua bisa dilihat dari jumlah karyawan konveksi dan garmen. Seperti yang sudah sedikit disinggung pada poin perbedaan pertama, konveksi hanya mempunyai karyawan yang relatif sedikit. Jika dihitung, karyawan konveksi berjumlah kurang dari 50 orang pada umumnya. Bahkan untuk konveksi yang masih tergolong baru, biasanya hanya mempunyai sekitar 10 orang karyawan saja. Berbeda dari konveksi, garmen mempunyai karyawan yang jumlahnya sangat banyak, mulai dari ratusan hingga ribuan karyawan, tergantung seberapa besar pabrik garmen tersebut. Jika mengambil contoh PT Sritex, pabrik garmen ini mempunyai 18.000 lebih karyawan per Desember 2020. Tentu seiring bertambahnya karyawan disebabkan banyaknya pesanan tekstil/pakaian yang masuk.

mesin jahit konveksi
Mesin jahit konveksi

Perbedaan Peralatan yang Digunakan

Perbedaan selanjutnya ada pada peralatan yang digunakan oleh karyawan konveksi dan garmen. Dengan skala konveksi yang relatif kecil dan jumlah pesanan yang relatif tidak tergolong banyak dibandingkan dengan garmen, maka kualitas peralatan konveksi biasanya masih sederhana dan tradisional. Memang ada beberapa alat yang sudah modern, namun biasanya punya kualitas pas-pasan dan jumlahnya masih lebih sedikit dari perusahaan garmen. Berkebalikan dengan konveksi, perusahaan garmen punya kualitas peralatan yang mumpuni dan berjumlah sangat banyak. Peralatan yang modern ini tentu diiringi dengan kualitas SDM perusahaan garmen yang memang lebih terlatih. Pabrik garmen mampu membeli peralatan yang mahal karena pendapatan mereka pun sangat jauh diatas konveksi biasa, jadi tidak heran jika kualitas produk garmen lebih bagus dibandingkan dengan konveksi.

Kualitas Produk yang Dibuat Pabrik Garmen dan Konveksi Baju

Seperti yang sudah disinggung pada poin sebelumnya, kualitas produk yang dihasilkan oleh pabrik garmen lebih bagus ketimbang konveksi biasa. Kenapa? Pada perusahaan garmen, sistem quality control sudah mumpuni dan diawasi ketat. Mengingat banyaknya karyawan pabrik garmen, maka sudah sewajarnya mereka mempunyai sistem quality control yang baik. Kualitas produk yang dihasilkan pabrik garmen biasanya juga merata, alias konsisten di setiap produknya. Hal ini jelas merupakan keunggulan utama dari pabrik garmen. Selain itu, kualitas sablon dan bordir perusahaan garmen jauh lebih unggul dibandingkan konveksi karena kualitas peralatan yang digunakan juga lebih bagus. Dengan tidak adanya sistem manajemen, pada umumnya konveksi tidak mempunyai sistem quality control yang baik. Peralatan yang digunakan juga masih sederhana dan tradisional, sehingga produk yang dihasilkan seringkali tidak konsisten. Posisi bordir yang terlalu turun dari semestinya hingga kesalahan jahitan cukup sering ditemukan di produk konveksi. Namun perlu diingat, tidak semua konveksi menghasilkan produk demikian. Saat ini juga sudah banyak konveksi yang mulai mempedulikan quality control demi menjaga kualitas produknya.

produk baju dari pabrik garmen
Produk baju dari pabrik garmen

Target Pasar Konveksi Baju dan Pabrik Garmen

Jika dilihat dari target pasar, konveksi biasanya menargetkan komunitas, organisasi, dan bisnis kecil-menengah yang punya anggota kurang dari 500 orang. Mengingat jumlah karyawan konveksi yang relatif sedikit, tentu konveksi tidak berani mengambil pesanan dalam jumlah ribuan sekaligus. Waktu pembuatan juga akan sangat lama, karena karyawan yang terbatas pula. Biasanya komunitas, organisasi, dan bisnis kecil-menengah ini juga tidak terlalu memusingkan tentang kualitas produk/seragam, melainkan lebih mempertimbangkan harga. Harga produk konveksi tentu relatif murah. Di sisi lain, perusahaan garmen lebih menargetkan kepada perusahaan besar yang punya karyawan sangat banyak, dari ratusan hingga ribuan. Perusahaan besar juga biasanya sudah mempertimbangkan kualitas produk/seragam mereka. Jika mengambil contoh PT Sritex, salah satu pembeli mereka adalah NATO, yaitu organisasi militer. Tentu organisasi militer mau bahan dan jahitan produk yang mereka beli itu konsisten dan bagus.

Minimum Pemesanan di Pabrik Garmen dan Konveksi Baju

Poin ini sudah disinggung sedikit pada poin-poin sebelumnya. Konveksi punya minimum order yang sedikit, mulai dari satuan atau puluhan. Pada umumnya untuk kemeja konveksi memberikan minimum pesan 12 pcs. Namun ini berbeda-beda tiap konveksi. Perusahaan garmen punya minimum order yang banyak, mulai dari puluhan, ratusan, atau ribuan. Hal ini mengingat kualitas produk yang ditawarkan garmen lebih bagus, tentu wajar dengan minimal order demikian. Namun, saat ini sudah banyak perusahaan garmen yang tidak menetapkan minimum order. Salah satunya adalah Rumah Kapas. Dengan kualitas produk yang sudah bagus, didukung pula dengan tidak adanya minimum pemesanan, alias bisa satuan, tentu ini sangat menguntungkan. Rumah Kapas juga menyediakan 6 jenis produk, mulai dari kemeja, kaos, polo, hoodie, totebag, dan masker, serta semuanya bisa kamu custom sendiri. Yuk cek dan tanya-tanya produk kami dengan KLIK DISINI.