Kualitas seragam sebuah perusahaan tidak hanya terbatas pada jenis kain dan juga wujud seragam yang dikenakan oleh seorang karyawan. Baik seragam dalam wujud kaos ataupun kemeja, warna yang melekat padanya juga menentukan seberapa bagus kualitas seragam yang bersangkutan. Kualitas seragam berkaitan erat dengan warna karena warna sejatinya memiliki makna tertentu, yang mempengaruhi citra perusahaan. Oleh karenanya, ada 5 faktor penting dalam memilih warna seragam yang tepat. Apa saja itu? Berikut ini adalah faktor-faktornya
1. Branding dan Komunikasi Citra Perusahaan
Sejatinya, perusahaan tentu ingin agar dia bisa mengkomunikasikan citra maupun branding dari usahanya ke konsumen dengan mudah. Hal ini dicapai dengan menggunakan logo perusahaan, nama perusahaan, dan juga visi misi atau semboyan perusahaan yang disematkan kepada seragam para karyawannya. Dari sini, warna memainkan peran pentingnya dalam membantu agar komunikasi tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tepat di segala kesempatan. Dan perusahaan garmen sebagai rekan pembuat seragam akan membantu klien perusahaan dalam memilih warna yang tepat.
Pemilihan warna untuk faktor kepentingan branding bisa dicapai dengan melihat industri klien perusahaan garmen yang sedang dibantu. Perusahaan yang bekerja di bidang keuangan atau pekerjaan kantoran akan memerlukan pilihan warna yang bisa dikenali di ruangan dengan pencahayaan standar atau mencukupi. Sebaliknya, perusahaan yang bekerja di bidang lapangan, seperti pertanian atau pertambangan, memerlukan warna yang bisa dikenali di lingkungan dengan pencahayaan yang sangat beragam. Dari situasi tersebut, warna yang dipilih tinggal disesuaikan dengan bentuk seragam kemeja ataupun kaos yang dipakai oleh karyawan yang bekerja, untuk bisa mencapai efek komunikasi citra yang diinginkan.
2. Simbolisme dan Makna Dibalik Warna Pilihan

Warna sejatinya memiliki simbolisme tertentu, yang dibangun berdasarkan perspektif dan kepercayaan masyarakat pada umumnya. Alhasil, penggunaan warna pada seragam karyawan sebuah perusahaan tentu akan membawa konotasi simbolisme tersebut kepada karyawan dan perusahaan yang bersangkutan. Misalnya, warna merah memiliki makna dan simbolisme gairah, sumber perhatian, dan juga emosi. Alhasil, warna merah lebih banyak dipakai di perusahaan perusahaan yang bergerak di bidang restoran, terutama makanan cepat saji. Ini untuk menarik perhatian pelanggan dan juga untuk menumbuhkan gairah nafsu makan dari pembeli.
Gradasi atau tingkat cerah dan gelapnya warna juga menentukan simbolisme dan makna dari sebuah warna. Para pengusaha garmen dan konveksi kemudian berusaha untuk memahami pesan dan simbol apa yang dipilih atau dihindari dari klien perusahaan. Warna merah yang sama misal, mungkin bila diambil warna merah dengan gradasi sedikit lebih gelap akan cocok untuk lingkungan yang perlu adanya sumber perhatian tapi tidak terlalu mencolok, seperti rumah sakit. Karyawan yang mengenakan seragam kemeja atau kaos dengan warna merah redup di lingkungan rumah sakit tentu akan lebih diperhatikan, tapi tidak sampai ke titik yang membuat mata yang melihat merasa jenuh.
3. Status Kerja dan Diferensiasi Karyawan

Keberadaan warna dalam seragam juga memiliki fungsi untuk membantu membedakan antara satu karyawan dengan yang lain. Perbedaan ini penting saat perusahaan memiliki banyak staff dan karyawan dengan berbagai fungsi dan tupoksi, yang bekerja secara bersama-sama dalam satu area. Untuk membantu kelancaran operasional kerja, dan juga membantu konsumen untuk mengenali karyawan, pemilihan warna yang tepat sebagai pembeda pun menjadi cukup penting. Perbedaan warna ini pun berbeda tergantung dari jenis seragam yang dikenakan oleh karyawan, seperti kemeja ataupun kaos.
Para pengusaha garmen dan konveksi biasanya melihat dan menerima pesanan warna untuk seragam tertentu dari kliennya. Adapun tema yang bisa dipetik dari pengalaman ini adalah penggunaan warna yang selaras dengan warna logo perusahaan untuk karyawan yang banyak berinteraksi dengan konsumen. Untuk karyawan perusahaan yang memiliki tugas pengawasan dan manajerial, warna seragam yang mereka gunakan umumnya adalah warna-warna dengan sentimen otoritatif, seperti warna merah atau warna hitam. Penggunaan warna yang berbeda ini dapat dilaksanakan baik dengan menggunakan satu warna utuh yang sama dalam satu seragam, atau adanya kombinasi beberapa warna sekaligus dalam satu pakaian seragam.
4. Respon Psikologis Warna Karyawan
Karena yang menggunakan seragam perusahaan adalah karyawan, maka wajar bagi perusahaan untuk turut serta mempertimbangkan respon psikologis dari karyawan dari warna seragam yang dipilih. Seragam dengan pemilihan warna yang buruk akan berdampak terhadap turunnya semangat kerja karyawan tersebut, yang nantinya akan berdampak terhadap produktivitas perusahaan. Agar warna yang dipilih tepat, para pengusaha garmen dan konveksi selaku rekan dari klien perusahaan yang mencari seragam biasanya memberikan katalog warna yang bisa digunakan sebagai referensi. Katalog warna ini tersedia baik untuk kemeja maupun kaos.
Untuk menghasilkan persepsi psikologis yang baik dari pemilihan warna seragam, perusahaan bisa mencoba untuk melakukan kombinasi warna sehingga seragam yang dipakai karyawannya tidak terkesan monoton. Kombinasi warna di seragam ini bisa mengacu terhadap teori warna, namun biasanya penggunaan warna seragam yang sesuai dengan warna kulit atau sesuai dengan warna logo adalah opsi yang paling aman. Agar lebih kreatif, perusahaan bisa mencoba untuk memesan seragam dengan menggunakan warna-warna yang jarang dipakai, namun ini bisa menimbulkan respon psikologis negatif dari karyawan bila karyawan yang akan memakai tidak familiar atau kurang menyukai warna-warna tersebut.
5. Perawatan dan Keawetan Warna Berdasarkan Bahan

Semua seragam, baik kemeja maupun kaos, dengan berbagai warna tentu memerlukan perawatan dan proses pembersihan agar pakain tersebut selalu bersih dan nyaman digunakan. Karena standar higienitas yang berlaku dalam SOP perusahaan, biasanya seragam kerja akan sering melewati proses pencucian, atau bahkan bisa dicuci setiap hari dalam satu minggu. Penggunaan bahan kaos yang bagus, atau bahan kemeja yang bagus akan menentukan seberapa awet warna dalam seragam tersebut bisa bertahan. Terkait dengan hal ini, para pengusaha garmen dan konveksi biasanya akan membantu menjadi rekan konsultasi dari perusahaan yang hendak membuat seragam, khususnya menimbang lingkungan dan sektor kerja karyawan perusahaan tersebut.
Untuk kaos, warna yang bersumber dari benang yang diwarnai sebelum dijahit menjadi kaos cenderung akan lebih awet dan tahan proses pencucian yang sering. Alhasil, bila seragam perusahaan memerlukan warna selain dari warna dasar kain kaos, biasanya warna tersebut akan ditambahkan melalui proses sablon atau bordir, baik dalam bentuk logo atau yang lain. Bila seperti ini, kualitas sablon atau bordir akan menentukan seberapa awet warna tambahan tersebut. Para pengusaha garmen dan konveksi yang terpercaya pasti akan menggunakan tinta sablon atau benang bordir yang berkualitas agar warnanya awet walau sering dicuci. Hal yang sama juga berlaku untuk seragam jenis kemeja pula.
Demikian penjelasan mengenai tentang 5 faktor penting dalam memilih warna seragam. Semoga bermanfaat dan informatif dalam menjawab pertanyaan Anda terkait dengan warna seragam perusahaan Anda. Tertarik memesan seragam kaos dan kemeja yang berkualitas? Silahkan menghubungi Rumah Kapas di informasi kontak berikut. Menerima jasa konveksi seragam, gratis desain dan garansi 99% Sesuai Sampel!
Rumah Kapas Garment Expertise
Jl. Medokan Asri Utara XV Blok J No 10, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Kode Pos 60295
WA Admin: 0811-3534-222
Jam Operasional:
Hari Senin – Jumat: Pukul 09.00-16.00 WIB
Hari Sabtu: Pukul 09.00-13.00 WIB